1. KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

Saat ini kita berada di bulan yang agung dan istimewa, bulan Ramadhan.

Ramadhan adalah bulan pengampunan dosa dan bulan yang bertabur pahala berlipat ganda. Rasulullah saw bersabda:

“Wahai sekalian manusia, telah datang pada kalian bulan yang mulia. Di bulan tersebut terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Puasanya dijadikan sebagai suatu kewajiban. Shalat malamnya adalah suatu amalan sunnah. Siapa yang melakukan kebaikan (amalan sunnah) pada bulan tersebut seperti ia melakukan kewajiban di waktu lainnya. Siapa yang melaksanakan kewajiban pada bulan tersebut seperti menunaikan tujuh puluh kewajiban di waktu lainnya.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 1887)

2. KEUTAMAAN HARI JUMAT

Al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Sa’ad bin ‘Ubadah sebuah hadits:

سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung dari pada hari raya kurban dan hari raya Fithri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali shilaturrahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat”.

Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash sebuah hadits:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

_“Tiada seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur”.
Imam al-Zayadi menjelaskan bahwa orang yang mati di hari Jumat tetap ditanya malaikat, namun ia diberi kemudahan dalam menjalaninya._

3. KEUTAMAAN SEDEKAH KEPADA YATIM

Terkait dengan sedekah, disebutkan dalam hadist shahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan dalam kebaikan. Dan beliau lebih dermawan lagi ketika di bulan Ramadhan.
Dari Sahl bin Sa’ad ra dia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau saw mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau saw, serta agak merenggangkan keduanya. [HR. Bukhari]

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim. Orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah saw.

Dalam kitab “Syarhu shahiihi Muslim” disebutkan bahwa “menanggung anak yatim” artinya adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya, seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar.

Sementara yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa (baligh).

Dari Abu Umamah, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

“Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan, dan barangsiapa berbuat baik kepada anak yatim perempuan atau laki-laki yang dia asuh, adalah aku bersama dia di surga seperti ini, beliau mensejajarkan dua jarinya.”

Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

“Bila kamu ingin agar hati menjadi lembut dan damai dan kamu mencapai keinginanmu, sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan seperti yang kamu makan. Bila itu kamu lakukan, hatimu akan tenang serta lembut dan keinginanmu akan tercapai.” (HR Thabrani)

KARAKTER ORANG BERTAKWA

Terakhir mari kita renungkan firman Allah SWT yang terdapat dalam QS. Ali ‘Imran ayat 134:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

_“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Ayat ini merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya yang memerintahkan kaum Muslim untuk bersegera menuju ampunan dan surga-Nya. Ditegaskan surga tersebut memiliki luas seluas langit dan bumi dan surga tersebut disediakan untuk orang-orang yang bertakwa._

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan ciri-ciri dan karakteristik orang-orang yang bertakwa diantaranya adalah “orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.”

Jadi karakter pertama orang bertakwa adalah gemar menginfakkan harta mereka baik untuk orang fakir, miskin, orang yang membutuhkan maupun untuk memperkuat jihad fi sabilillah.

Orang yang bertakwa, sekalipun mereka berada dalam keadaan sulit, mereka tidak berhenti menginfakkan harta mereka. Mereka senantiasa berinfak dalam keadaan apapun, baik lapang maupun sempit, mudah maupun sulit, kaya maupun miskin, senang maupun sedih, mendapat bahagia maupun ditimpa ujian dan bala’.

Imam Fakhruddin al-Razi menceritakan dari sebagian kaum salaf, bahwa mereka terkadang bersedekah dengan sebutir bawang,. Juga dari Aisyah ra bahwa beliau bersedekah dengan sebutir anggur. Tindakan itu menggambarkan bahwa mereka tetap bersedekah sekalipun yang disedekahkan hanya sedikit lantaran berada dalam keadaan sulit.

Demikian, mudah-mudahan Allah memberikan kebaikan dan keberkahan kepada kita semua dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa yang Allah masukkan ke dalam surga yang penuh dengan berbagai macam kenikmatan dan luasnya seluas langit dan bumi. Aamiin ya Robbal ‘alamiin….

Leave a Comment